Degub jantung Syifa semakin berdebar, seolah mengisi sendiri musik dalam hati tanpa ada alunan bebunyian merdu layaknya di acara pada umumnya. Syifa menunduk menebar pandangannya pada jilbab putih berhias bunga warna emas yang menjuntai hingga hampir menutupi pergelangan tangannya.
Sesekali Syifa mencoba mencuri pandang ke arah sosok berjas putih yang tengah duduk di samping sebuah meja kecil, bersama beberapa lelaki yang mengitari meja itu, salah satunya adalah yang menjabat tangan sosok berjas putih tadi dan menuntun mengucapkan kalimat pendek. Kalimat pendek yang membuat setetes air bening tak terbendung dari sudut mata Syifa dan meluruh begitu saja menghiasi senyum di wajahnya. Ya, kalimat yang diucapkan oleh pemilik jenggot tipis yang nanti akan memboncengkannya sampai ke rumah dengan sepedanya. Ingin rasanya Syifa tersungkur bersujud syukur saat itu juga, namun tak mungkin ia lakukan itu di hadapan puluhan tamu.
Kanthi amengku puja barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khoir, risang temanten sarimbit nulya samya lenggah jajar sumandhing, sesarengan anguningani isining kendhaga kencana sarta kendhaga mulya. Sri temanten wus tunggil tekade saiyeg saeka kapti amangun brayan darmaning tumuwuh rama ibu, para sepuh, warga gotrah, sumawana kadang mitra tuwin ingkang sudi sredha angestreni, samya manembrama mangastungkara mangastuti manungku puji mrih kang tigas kawiwaha pinaringan wilujeng ing donya tuwin akherat, jejeg jumangkah, jajag jumurung kang jinangka, bagya, sumbaga, subagya. Tansaha anyenyandhang tresna kadya sih sutrena Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam tuwin Khodijah, sih sutresna Sayidina Ali tuwin Sayidatina Fatimah, tumuju manunggaling tresna suci Kang Maha Agung, Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Alunan suara sang pembawa acara membawa Syifa dan sosok berjas putih itu duduk di satu kursi sederhana berhiaskan bunga di depannya. Senyum merekah dari kedua wajah itu, seolah ingin mengatakan bahwa mereka tengah dibasuh dengan sejuknya rindu dan hangatnya kasih sayang.
Sayang, Syifa hanya bermimpi. Syifa bahkan tidur memeluk desain gamis pengantin impiannya. Ah, Syifa.... Jilbab putih berhias bunga keemasan itu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar