"Mengapa tugas akhirmu tak jua selesai? Andai bisa aku membantu, pasti kulakukan. Tapi kau marah setiap kali aku bertanya tentang itu. Bukankah ayah ingin agar kita menikah sebelum keberangkatan ayah ke tanah suci? Waktumu tak lama. Atau, biarkan aku mendahului, dan kau di kemudian hari, sesukamu, sesantaimu. Aku takut aku tak mampu lagi menunggu. Masih lamakah?", tulis Syifa di secarik kertas kemudian ia lipat menjadi perahu dan terbawa arus sungai. Ia tak pernah berani mengungkapkannya, bahkan bertanya pada sang Ayah pun tak berani ia lakukan. Ia khawatir ayahnya akan marah seperti dulu saat Syifa mengutarakan maksud hatinya kesekian kali sebelum akhirnya sang Ayah mempersilakan menunggu satu tahun dan tiba-tiba ada kabar tentang pengkhitbahan yang dilakukan sang Kakak. Seperti inikah yang dialami setiap gadis yang ingin menikah? Rumit.
Senin, 28 Desember 2015
Masih Lamakah?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar